Minggu, 09 Februari 2020

AKHIR SEBUAH BUKU.

buku ini selesai juga.
setelah membuat penulisnya gila.
karena gadis kontradiktif pemaksa.
dipaksa hawa nafsunya yang semakin menggila.

penulis itu akhirnya tersadar.
kisah kisah itu hanya membuatnya ambyar.
akan bayangan dan angan angan kosong yang tidak terbayar.

"aku tak bisa memaksakan sesuatu", katanya.
"tapi bayangan bayangan itu  terpotret jelas dikepalaku".
"tubuhku dihempas Tuhan setelah melihat itu".
"aku dihukum Tuhan karena disuruh patuh, aku tak mau".

ia tidak pernah digoncang sedahsyat itu. 
kejadian lima hari lalu, membuatnya berubah selamanya.
manusia, tak bisa kuat hanya karena cinta.
manusia, hanya peduli yang diinginkan olehnya.
manusia, hanya merasa baik apa yang dianggap baik oleh dirinya.

tapi, ketika mereka diguncang,  ditenggelamkan, di hempaskan,
mereka baru tahu kalau pilihan  itu, tak baik untuk mereka. 

akhirnya, buku itu pun terpaksa ia selesaikan. 
dengan beban yang semakin berat dan air mata yang tak kunjung hillang,
"aku menamatkan buku ini karena Allah". 

"kisah kisahku dengan gadis kontradiktif berambut hitam, selesai". 
"yang dulu Ia aku pandang begitu tinggi dan sekarang begitu rendah".
"yang dulu Ia aku pandang manusia paling cerdas didunia".
"sekarang Ia hanyalah seekor Haina yang berteman dengan hawa nafsunya".
" sekarang Ia hanyalah manusia berotak batu. yang diperlihatkan jalan mulus dan indah, namun memilih jalan bebatuan dan jelek".

begini akhir dari buku itu, 

wahai Allah yang maha membolak balikkan hati, teguhkanlah aku diatas agamamu ini. janjiMu pasti benar. Muhammad bukan pembohong dan pembual!

sungguh, itu kata kata yang Dandelion pernah katakan kepadaku. ketika dirinya belum dikuasai  hawa nafsu. dan atas izin Allah, yang juga Tuhan yang ia sembah bersamaku, kata katanya itu mengubah hatiku, dan menenangkan jiwaku. itulah hidayah dari Allah. dan hidayah datang jika kita menghampirinya. 

Dandelion, aku izin pamit. izinkan aku membencimu karena Allah. izinkan  Allah mengabulkan doamu untuk menetapkan hatiku diatas agamaNya. dan semoga engkau juga menyusul.

Dandelion, Allah membuka semuanya. kau bukan orang baik sebagaimana aku juga bukan. dan memang orang bodoh dan buruk selalu menyukai takdir baik tentang cinta tapi menolak takdir tentang surga dan neraka. takdir tentang cobaan dan azab. seperti, "kalau kita ditakdirkan bersama, kita akan bertemu lagi". tapi bukan, "ini sudah takdirnya azab diturunkan kepada kita".


Dandelion, lima hari lalu aku di azab oleh Allah. aku tak dapat berbuat apa apa sebagaimana orang yang mau binasa. kalau aku tetap menulis buku ini, aku bisa benar benar binasa. 

akhir yang buruk untuk sebuah buku tidak menjadikan keburukan bagi penulisnya. bisa jadi itu adalah kebaikan yang sebenar benarnya. 

aku berdoa kepada Allah, agar kita tidak pernah dipertemukan lagi, kecuali dalam kebaikan. 

Wahai Allah, izinkan aku menyebut Dandelion untuk terakhir kalinya,

selamat jalan, 
Dandelion.