Senin, 10 Mei 2021

THE CALL, BEHIND THE SCENES.

 I. PREKUEL 

jauh sebelum Ia menelponku pagi itu, tepatnya kurang lebih satu tahu lalu setelah interaksi terakhir kami, berbagai hal terjadi. pandemi yang memutus pekerjaan banyak orang, memutuskan silaturahmi antar famili sampai bosan tingkat tinggi karena penatnya dikurung bagaikan house arrest. tapi, aku masih tetap merasakan apa yang biasanya aku rasakan dua tahun ini. ya, dia terlihat begitu nyata di hidupku dan kami seperti masih aktif berinteraksi. tapi bedanya itu semua terjadi hanya dikepalaku. 

bahkan ketika aku pulang ke tangerang bulan juli tahun lalu, hal hal itu masih sering terjadi kepadaku. seakan akan dia ada dimana aku berada. aku seperti menunggunya pulang dari suatu tempat yang jauh. tapi tidak melulu soal cinta. aneh bukan? kadang dia hadir sebagai seorang teman. well, dia memang teman dekatku (dulu). ini sebuah progess positif buatku. artinya aku tidak selalu menginginkan bersama lagi dengannya. bahkan fantasiku tidak melihat itu sebagai sesuatu yang realistis. tapi... justru itu lebih sakit lagi. percayalah, ketika kita mencintai lawan pasangan kita, semuanya begitu jelas. tapi mencintai seorang teman. apapun jenis kelaminnya, seperti lebih abstrak begitu. seperti temanku namanya Fikar atau Dwi. mereka orang yang aku anggap teman karena banyaknya kesamaan yang kami miliki. juga komunikasi baik dan kemistri yang berjalan mengalir begitu baik. kalau hanya teman biasa, harusnya aku tidak suka jika mereka sakit atau kesusahan, karena kami tidak bisa mengobrol hal hal yang kami sukai lagi. tapi cinta masuk, yang tadinya hanya hubungan yg terjalin karena komunikasi belaka berubah menjadi sesuatu yang begitu intim. entah berapa kali Fikar membuatku marah, tapi aku sayang dengan manusia aneh itu. aneh bukan? itu yang aku rasakan dengan dia (dandelion). 

ketika aku memikirkannya, seringkali perasaan sedih dan penyesalan yang muncul. sedih karena dia pada dasarnya tidak nyata. aku selama ini hanya bericara dengan diriku sendiri. menyesal karena semuanya menjadi begitu serba tidak enak. bagaimana bisa seorang teman dekat sampai tidak bisa berinteraksi sama sekali. seperti naruto dan sasuke. kurang lebih begitu. aku seringkali memimpikannya. sering juga mimpi mimpi itu terpotret begitu nyata dan jelas. bahkan aku masih bisa menjelaskannya sampai sekarang. satu mimpi kadang bisa merusak satu hariku. kalau sudah begitu, aku ogah untuk ikut kbm. rasanya perih betul dada ini.

 muncul pertanyaan, apakah aku benar benar mencoba melupakannya? demi Allah! aku telah melakukan berbagai cara. aku membuang semua hal yang ia pernah kasih. ya, lukisan violet juga. tentu itu berat. sangat berat. tapi itu perlu dilakukan. dokter perlu mengaputasi pasiennya jika diperlukan. untuk menyelamatkan pasien tersebut. 

kadang dia muncul setelah aku menonton film atau mendengarkan sebuah lagu yang mengingatkanku padanya. aku berbicara dalam hati, "aku yakin kau suka dengan lagu ini juga. iya bukan?" aku pun senyum senyum sendiri. hal hal tadi berjalan hampir tiap hari.

oh, ada kalanya dia menghilang. biasanya ketika aku sangat bahagia. seringkali ketika menu makan malamku KFC.. hahaha . tempo hari aku sedang gemar menggeluti hobi baru yaitu parfum. menakjubkan bagaimana ada banyak hal yang bisa kita nikmati dari sebuah parfum. ada yang mengingatkan kita dengan tempat tertentu bahkan memori tertentu. disaat paket datang dan aku sibuk dengan hobi baru ku itu, dia menghilang.. lalu aku berkata dalam hati, "aku yakin dia pasti menyukai parfumku ini". eh, dia muncul lagi. hahaha. cukup merepotkan ya..

beberapa jam sebelum dia menelponku, sebenarnya aku dan dia (yang ada dikepalaku) sedang cukup harmonis. kami menyanyikan bersama sama lagu Billy Joel- we dont start the fire. aku juga melihatnya terkesima dengan lagu massive attack- inertia creeps yang aku sukai belum lama ini. semua itu seperti begitu nyata bagiku. cukup nyata sampai aku terlelap dengan tersenyum karena nya. padahal, semua itu hanyalah ilusi saja.

THE CALL 


lalu aku tiba tiba terbangun karena ia menelponku lewat nomor seluler. anehnya aku tidak kaget. aku biasa biasa saja. kenapa? karena aku memiliki berbagai skenario dikepalaku untuk berbagai situasi yang kira kira bakal terjadi. seperti, bagaimana meresponnya ketika dia memberi kabar duka, atau apa yang harus aku lakukan kalo dia ternyata butuh transplantasi hati (ya, aku akan melakukannya jika perlu. dia temanku !), sampai skenario jika ia mengingkan kami kembali. hahaha. namanya juga fantasi. percayalah, ini begitu kompleks hal hal anehpun seringkali datang dikepalaku. apalagi aku bukan orang yang sering keluar untuk nongkrong atau punya banyak teman yang bisa diajak bicara. jadi penting sekali untuk bisa menyelesaikan masalah dan menganalisanya sendirian. karena terkadang ada sisi fighter dalam diri kita yang tidak kita pernah jelajahi sebelumnya.

aku cukup flat dan datar dalam menyikapinya. karena aku tau endingnya pasti sesuatu yang sangat menyakitkan. aku sudah ratusan kali jatuh di lubang yang sama. ah, jurang lebih tepatnya. tapi, kalau kupikir pikir lagi, dia orang yang eksis, punya pasangan, dan sibuk. buat apa dia menghubungi manusia nganggur dan menyebalkan sepertiku? terlebih dia memulai semuanya dengan begitu ramah. 

lalu aku mengiyakan untuk berkomunikasi di whatsapp yang berkahir dengan.. kau tau sendiri.

percayalah, aku tidak menyiapkan skenario ini. bahkan puluhan writer serial The Simpsons pun tidak memikirkan hal semacam ini. 

dadaku sakit.
aku tak bisa bernapas.
jantungku nyaris copot.

itu adalah hal paling.. ah lebih baik aku ganti ke bahasa inggris. banyak kata kata keren yang lebih pas didalam bahasa inggris. 

it was horrible horrible dark experience. nobody deserves that. not even hitler or firaun deserves that. 

i am shocked
angry
sad
depressed

i feel like i wanna be like Michael Corleone for a day and order to kill that motherfucker. she is like my sister, my girlfriend, my everything. how fucking dare you!!!

dua tiga menit berlalu....

rasa rasa tadi tiba tiba berubah jadi penyesalan. ya, aku sama menjijihkannya dengan manusia binatang itu. tak ada beda. aku benar benar depresi disini. demi Allah, aku tidak pernah merasa begitu tak berdaya dan tak bisa apa apa. semua amarah tadi seperti menjadi bumerang bagiku. i am the one who deserves to die. 

MOMENT OF REALIZATION. 


setelah itu kami harus menutup telpon karena satu hal dan lainnya. disitu aku mulai melatih pernafasanku. percuma jika semua ditanggapi dengan amarah belaka. aku berkata dalam diriku sendiri, "dude, whatever happen... jangan sumbu pendek. your life is too meaningless to suicide". then what did i do?

i take shit. wkkwwkkwkw. 
seriusan. aku berak sambil nonton standupcomedy kompas grand final Rio Dumatubun. she is funny as fuck. ternyata buang tai dan nonton standup adalah stress release yang bagus juga. otot otot wajah yang kaku karena marah tadi sedikit demi sedikit berubah. 

i took like 500 pounds of shit man wkwk. enak banget. bebannye ikut kebawa. 

anyway, 

lalu aku coba memahami sesuatu. apa maksdnya ini? kenapa dia memberitahuku hal hal ini? apa dia sengaja merusak hari hari ku? apakah ini balas dendam? apakah dia memang sedepresi itu? 

tapi dibalik semua itu, apa rencana Allah? apa hikmahnya? apa yang mau Allah coba beritahu kepadaku? 

karena biasanya kalau hal semacam ini terjadi, biasanya karena aku yang melakukan hal aneh duluan. tapi ini tidak. i didnt do no shit fams.. i dont stalk her, psysch with her pic or anthing. 

ada beberapa yang bisa aku pelajari dan maknai

1. ini adalah ujian besar di sisa sisa ronde terakhir ramadhan. dimana pahalanya pasti luar biasa. kalau aku emosi, meledak, dan menjadi egois, aku akan kalah. tidak hanya hari ini, tapi mungkin sebulan bahkan setahun kedepan. peace is an option. sabar... aku ingat kalau sabar adalah ibadah yang pahalanya tidak ada itungannya. luar biasa besar. can i do this? bismillah... 

2. aku berniat menjadi seorang pendakwah. untuk masyarakat atau keluargaku sendiri. dan dakwah itu sering menjumpai ujian. jika mentalku lemah, aku tidak menjadi pendakwah yang baik. hidayah at taufik memang ditangan Allah, tapi ilmu dan usaha bisa kita maksimalkan. dan ini adalah salah satu ujiannya. 

3. musuh terbesar kita adalah.. diri kita sendri. 

selama bertahun tahun aku mengubah ego yang hasilnya dari kepuasan hawa nafsu menjadi sesuatu yang aku anggap baik. akhirnya hubunganku dengan orang orang terdekat berjalan tidak baik. semuanya justru memusuhiku. hal hal yang harusnya jadi positif malah berubah jadi negatif. aku menjadi bencana bagi orang lain. muncul lah disitu benih benih depresi yang tidak aku sadari. yang dulunya aku anggap sebagai sesutu yang baik. 

bagaimana melawan diri kita sendiri? yaitu dengan menemukan masalahnya dan mencoba menyelesaikannya sendiri. ternyata semua masalah itu datang dari hati. aku belajar sedikit demi sedikit dari buku Pilih Kasih Penyakit, karya Ust. abdullah zaen. buku itu menjelaskan bahwa kita itu pilih kasih. kiat selalu mengangap penyakit fisik sangatlah parah. tapi tidak menyadari bahwa penyakit hati lebih merusak. 

berdamai dengan kelemahan, berjalan untuk melihat cahaya terang dan berusaha menjadi lebih baik. "sesungguhnya bani adam itu org org berdosa. tapi sebaik baik mereka adalah yang bertobat". get up and move on !!

4. berharap kepada ALLAH!. 

aku ingat beberapa tahun lalu, temanku mengatakan sebuah perkataan yang ajaib. ia bilang "lu tau, apa yang bikin Allah menjauhkan kita dengan dia(cewe) ?, itu karena kita mengharapkan dia bukan megharap kepada Allah". 

tentu ada beberapa hal yang perlu diluruskan dari kata kata itu tapi secara garis besar itu benar. kita terlalu banyak menggantungkan harapan kepada sesuatu yang sama lemahnya atua bahkan lebih lemah dari kita. buat apa?! surat at talaq posisi kiri sebelah bawah.. wa man yataqillah yajal lahu makhroja.. barang siapa yang bertaqwa kepadaNya maka untuknya jalan keluar. 


5. life is all about self control, maggie.. 

ingat siapa yang bilang in? in the end of the day.. this is all we need. i can blame and just blame anyhting on her, and keep doing it. but it would not help anyhthing. at all. i can scream like an idiot but it does not change anyhting!

6. mungkin ini jalan supaya dandelion back on track

orang yang ada di jalan Allah dan rasulnya, meskipun dia mampir mampir (brdosa) tapi dia selalu tau jalan pulang. dia akan selalu tau harus kemana dan apa caranya. even kalo dia pernah salah. am i right? 

tapi orang yang selalu mau punya jalan sendiri, dia akan memperbodoh dirinya entah dia sadar atau tidak. karena dia tau jalan itu gak menghantarkan kedalam kebaikan yang abadi. 

Allah selalu punya caranya sendiri untuk mengembalikan hambaNya, kita manusia ini tinggal coba mengajak manusia kejalan itu. kurang lebih kayak penunjuk jalan. 

ultimately, kalau aku tidak bisa bersama dia, minimal dia jadi tetanggaku di surga. hehehe

aamiin! there would be a lot of cats there hahaha. tapi disana kucingnya gabau pesing. iya kan? :)


THE SECOND CALL 

semua hal yang aku sadari tadi aku aplikasikan di telpon kedua kami. its so peaceful, i only said something that needs to be said and she listens. she did the same too. i would never believe this is happening. we used to be cats and haina. but we dont. this is maturity. 

dandelion, i told u i have changed

semua berjalan cukup baik dan damai, aku mengapresiasi keputusannya dan mendukungnya meskipun stress nya justru berpindah kedalam diriku hehehe. hey, as long as we know the key... its okay. 


AFTERMATH


sesjujurnya, impact dari kisah horrible tadi  tidak separah yang dulu aku alami ketika mendengarkan hal hal serupa darinya (dulu) . (dia adalah orang terburuk dalam soal memenangkan seseorang). meskpun dadaku masih sakit dan idk why my body feel weak. i can fix them later. but i felt something weird. i dont wanna be turned on by anthing. those psych thing disgust me even tho i wanted it to jack off or anyhthing. dan rough stuff jadi menjijikan buatku. ya, seorang maggie jijik dengan rough stuff. thats weird. but this happen for a good reason. ada satu masalah besar... nothing can please me. anyhting. aku tidak bisa tenang dengan makanan apapun, atau hobi apapun. i just... wanna rest. im so tired. idk why


thanks for reading. 

its not really imporant apa motif lu nyeritain hal kayak gtu, tapi gue tau hikmah besarnya. itu udah cukup. 
its not really imporant to know apa cara pandang gue dengan lu berubah apa enggak tapi yang paling penting..

we are more mature
and i can still talk nice with my best friend secara real. bukan hanya bayangan.gak hanya dikepalaku saja. 





ya Allah, pertemukan kami HANYA dalam kebaikan.
aamiin. 





21.40, malam 29 ramadhan.